Rabu, 29 Juli 2009


CR-9 cetak gol Pertama untuk Madrid
Rabu, 29 Juli 2009 - 05:41 wib



MADRID - Real Madrid dipastikan berjumpa Juventus di semifinal Peace Cup Andalucia 2009, Jumat (31/7/2009) usai meraih kemenangan 4-2 atas klub Ekuador Liga de Quito, pagi ini.

Bermain di kandang sendiri, Santiago Bernabeu, Los Blancos tak mau kecolongan. LDU Quito pun tak mau kalah menunjukkan performa terbaik mereka di depan skuad raksasa Spanyol tersebut.

Namun sayang, babak pertama berakhir tanpa gol.

Adalah Cristiano Ronaldo yang membuka kemenangan pertama Madrid pada pertandingan ini, Rabu (29/7/2009). Tendangan penalti winger Portugal di menit 48 menembus gawang yang dijaga ketat Sevallos sepanjang paruh waktu pertama.

Gol pembuka sekaligus gol pertama Ronaldo bersama Madrid melecut semangat tim. Di menit 52, giliran gelandang muda Spanyol Esteban Granero menjebol pertahanan LDU Quito usai memainkan umpan manis CR9. 

Berselang 15 menit, Madrid kebobolan. Enrique Daniel Vera membalas lesakan gol El Pirata hingga membuat kedudukan 2-1.

Tambahan angka untuk skuad yang bermarkas di Stadion de Liga Deportiva Universitaria ini praktis membuat pasukan Manuel Pellegrini panas. Tak pelak, Christoph Metzelder kembali memberangus formasi tim LDU. Melalui sundulan kepala, center bek berkebangsaan Jerman itu lancar mengeksekusi gol pada menit 71. 3-1 untuk Madrid.

Tak disangka, Los Albos memperkuat kedudukan. Si gelandang Vera kembali menjadi eksekutor dengan balas membobol gawang Dudek, 15 menit setelah lesakan bola dari Metzelder. Kedudukan 3-2 tidak memuaskan Los Merengues. Di masa injury time, Alvaro Negredo rupanya tak mau buang kesempatan. Tepat di menit 93, striker Spanyol ini menyegel kemenangan Madrid 4-2 atas LDU Quito.

Selasa, 28 Juli 2009


Ferguson: Peluang Besar Fabio

Selasa, 28 Juli 2009 - 13:21 wib


MANCHESTER - Peluang emas tidak terulang dua kali. Kalau pun terjadi dua kali, tidak akan datang dengan segera. Pernyataan ini mungkin tepat disematkan kepada bek kanan Manchester United Fabio da Silva.

Apalagi, pelatih The Red Devils Sir Alex Ferguson yang menyatakan hal tersebut. "Mulai hari ini, Fabio memiliki kesempatan besar".

Perjalanan pemain 19 tahun tersebut sempat terganggu seiring cedera bahu yang dialaminya. Setelah proses pemulihan berjalan maksimal, bek Gary Neville dihadapkan dengan cedera otot paha. Kondisi tersebut membuka peluang bagi Fabio.

Sebenarnya, Fabio lebih piawai bermain di sektor kanan. Tapi, Rafael da Silva, yang merupakan saudara kembarnya juga bermain di posisi sama. Ferguson pun menjadikan Fabio sebagai pelapis bek kiri Patrice Evra.

"Secara fakta, Fabio merupakan pemain yang dominan menggunakan kaki kanan. Namun dia selalu dianggap bek kiri karena kembarannya bermain di sektor kanan," kata Ferguson seperti dilansir reuters, Selasa (28/7/2009).

"Fabio memiliki fleksibilitas dan kualitas bermain di posisi lain. Kondisi ini memberi saya beberapa pilihan," pungkasnya. (fmh)
Michael Owen Predator
Selasa, 28 Juli 2009 - 13:53 wib
TEXT SIZE : 
 

MANCHESTER - Pelatih Manchester United Sir Alex Ferguson dikenal piawai dalam memilih pemain. Penilaian ini berlaku saat menentukan squad dan belanja pemain. Buktinya, nama striker ayar Michael Owen bisa bersinar kembali di bawah komando Ferguson.

Selama melakoni tur Asia, Owen tampil memukai. Ferguson berkali-kali melayangkan pujian untuk anak asuhnya. Sanjungan untuk Owen juga datang dari pemain. Winger veteran Ryan Giggs menyatakan Owen merupakan predator dan memberikan sesuatu yang berbeda untuk United.

"Owen seorang predator. Dia juga melakukan sesuatu yang berbeda. Kami memiliki pemain seperti itu selama bertahun-tahun. Ruud van Nistelrooy adalah salah satu yang jelas. Andy Cole yang lain. Mereka datang dan berbahaya di kotak penalti," kata Giggs seperti dilansir reuters, Selasa (28/7/2009).

"Dari apa yang saya lihat selama bertahun-tahun, maka Owen merupakan pemain yang ketika kehilangan kesempatan, tidak akan mengganggu sedikit pun mentalnya," kilah Giggs.

"Beberapa pemain berusaha menjegalnya. Tapi, hal itu tidak menyulitkannya. Dia tahu akan mendapatkan kesempatan lain. Nistelrooy mempunyai mentalitas yang sama," paparnya